Teheran (KABARIN) - Pemerintah Iran menyatakan perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel hanya akan selesai jika serangan dari kedua negara itu dihentikan. Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi yang makin panas dalam beberapa hari terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut negaranya tidak memulai konflik tersebut. Ia mengatakan Iran sebelumnya memilih jalur diplomasi.
Berbicara kepada wartawan di sebuah sekolah dasar di Teheran yang terdampak serangan, Baghaei menegaskan bahwa perang tidak akan terus berlanjut jika apa yang ia sebut sebagai agresi dihentikan.
Serangan besar dilaporkan terjadi pada Sabtu 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel menggempur sejumlah titik di Iran. Data dari pihak Iran menyebut hampir 800 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi militer.
Serangan itu berlangsung hanya beberapa hari setelah perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Oman memasuki putaran ketiga.
Baghaei mengungkapkan bahwa di dalam negeri sendiri banyak pihak yang sejak awal menolak perundingan dengan Washington. Ia menyinggung pengalaman sebelumnya ketika Iran juga diserang pada Juni tahun lalu.
Ia mendesak Dewan Keamanan PBB serta komunitas internasional untuk turun tangan sebelum konflik meluas ke kawasan lain.
Menurutnya Iran siap bertahan dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.
“Kami telah menerima banyak pesan yang saling bertentangan dan menyesatkan selama satu setengah tahun terakhir. Sekarang adalah waktu untuk berperang dan membela tanah air. Apa pun yang mengalihkan perhatian kami harus disingkirkan,” ucap dia.
Baghaei juga mengkritik sikap komunitas internasional yang dinilai tidak tegas terhadap pelanggaran hukum internasional.
“Kami telah berulang kali berseru dan memperingatkan bahwa jika dunia — terutama negara-negara yang mengklaim menjunjung tinggi supremasi hukum dan telah memainkan peran mendasar dalam membentuk sistem norma internasional serta Piagam PBB 00 tidak bertindak, api pelanggaran hukum dan pemberontakan akan melanda semua negara,” ujarnya.
Sejauh ini Iran melaporkan telah meluncurkan 15 gelombang serangan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah aset milik Amerika Serikat di kawasan, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi. Beberapa negara tersebut mengecam aksi balasan Iran dan menyebutnya tidak dapat dibenarkan.
Situasi di kawasan Timur Tengah pun masih belum menunjukkan tanda mereda.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026